Mengulik Petilasan Raja Majapahit Pertama Dyah Wijaya /Raden Wijaya Di Trowulan Mojokerto




NewJurnalis || Mojokerto -Siti Inggil Trowulan adalah situs sejarah dan budaya di Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto, yang diyakini sebagai petilasan penting era Majapahit. Situs ini memiliki makna "Tanah Tinggi" dan merupakan kompleks batur (terrace/panggung) bata kuno yang diduga memiliki fungsi ritual dan pemujaan. Masyarakat mempercayainya sebagai makam Raden Wijaya, namun secara arkeologis merupakan mandapa atau bangunan batur yang digunakan untuk upacara, bukan tempat jenazah dikubur.


Team awak media kami berkunjung ke lokasi kepada Juru kunci tanggap Sasmito Mbah  Ghofur "menyampaikan " Makna dan fungsi secara historis  Situs ini erat kaitannya dengan Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit, dan dipercaya sebagai lokasi penyimpanan sebagian abu jenazahnya"jelasnya"



"Masih dengan Mbah Gofur "Fungsi  Siti Inggil diyakini berfungsi sebagai tempat upacara dan ritual pada masa Kerajaan Majapahit. Air dari Sumur Jatimulya di situs ini dianggap suci dan digunakan dalam ritual" tambahnya".

"Ghofur menambahkan "Interpretasi masyarakat: Meskipun secara arkeologis adalah bangunan batur, masyarakat setempat meyakini situs ini adalah makam Raden Wijaya dan menjadikannya punden atau tempat keramat. 

 Situs ini memiliki struktur pondasi bata kuno peninggalan Majapahit ,Lima petilasan di dalam kompleks utama terdapat lima batu nisan yang dituliskan nama tokoh-tokoh penting Majapahit di antaranya Raden Wijaya, Garwo Padmi Ghayatri, Garwo Selir Dhoro Pethak, Garwo Selir Dhoro Jinggo, dan Abdi Kinarsih Kaki Regel. 

Di luar area utama, terdapat sanggar pemujaan dan dua petilasan dengan nisan Sapu Jagad dan Sapu Angin, yang dipercaya sebagai pengawal Raden Wijaya.juga  Sebuah sumur tua yang airnya dianggap suci dan digunakan dalam upacara keagamaan. 
Pentingnya situs ini
Nilai sejarah dan budaya: Situs ini menjadi saksi penting dari sejarah Kerajaan Majapahit dan memiliki nilai budaya yang tinggi" jelas Ghofur ".

Lokasinya yang strategis dan nilai sejarahnya yang kental menjadikan Siti Inggil memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata budaya yang mendukung ekonomi lokal,Hingga kini, situs ini masih ramai dikunjungi oleh masyarakat biasa hingga pejabat untuk berdoa, terutama pada malam Jumat Legi dan malam satu Sura- Umar Faruk/M.Dedy Riadi).