Inovasi Pupuk Bokashi Jombang: Solusi Pertanian Organik Hasil Panen Melimpah

2 Peserta praktek dalam Inovasi Pupuk Bokashi Jombang | Foto: Cak Lubis Prapanca


JOMBANG – Semangat pertanian berkelanjutan bergema di Kabupaten Jombang. Siti Fatimah, seorang penggerak pertanian organik, menggelar pelatihan pembuatan Pupuk Bokashi Super berbasis integrated farming di Dusun Bendungsari, Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno, pada Rabu (14/1/2026).

Memanfaatkan Limbah Lewat Integrated Farming

Dalam arahannya, Siti Fatimah menekankan pentingnya kemandirian petani dengan memanfaatkan limbah peternakan di sekitar lingkungan. Proses pembuatan Bokashi Super ini diawali dengan mencampurkan nutrisi organik ke dalam komposisi media tanam yang tersedia.

"Kita memanfaatkan limbah peternakan sebagai wujud integrated farming. Setelah di-spray, posisinya harus mamel atau lembab, lalu diproses fermentasi selama tiga hari," ujar Siti Fatimah di hadapan para peserta.

Keberhasilan fermentasi dapat dirasakan secara fisik. Jika dalam 24 jam media terasa hangat saat dipegang, itu menandakan mikroba sedang bekerja. Selain Bokashi, ia juga mengajarkan pembuatan IMO yang diambil dari mikroba di bawah pohon bambu dengan proses inkubasi selama 7 hari.

Keunggulan Hasil Panen: Kacang Tanah "Mentes" dan Padi Pulen

Data lapangan menunjukkan efektivitas pupuk ini sangat signifikan. Pada lahan seluas 700 meter persegi, penggunaan 7 kuintal Bokashi mampu menghasilkan 17 karung kacang tanah dengan berat rata-rata 60-80 kg per karung.

Kacang tanah yang menggunakan Bokashi Super bisa tahan 2 hingga 3 tahun tanpa menjadi kopong (kosong). Isinya tetap mentes (padat)," tambah Siti.

Tak hanya kacang, komoditas padi juga menunjukkan hasil memuaskan. Beras yang dihasilkan tetap pulen dan enak dikonsumsi meski sudah disimpan selama satu tahun. Hal ini menjadi solusi bagi ketahanan pangan keluarga yang lebih sehat karena bebas kimia sintetik.

Menarik Minat Petani Jawa Barat

Kualitas pupuk asal Jombang ini rupanya terdengar hingga ke Jawa Barat. Syafrudin, Wakil Ketua Perserikatan Masyarakat Tani dan Nelayan Jawa Barat, memboyong peserta dari Karawang untuk melihat langsung praktik di lapangan.

"Di Karawang ini daerah pertanian padi, jadi inovasi ini sangat bagus untuk diimplementasikan di sana. Saya sudah mencoba starternya dan hasilnya bagus, itulah alasan saya datang langsung ke Jombang," kata Syafrudin.

Pelatihan ini ditutup dengan pesan optimisme untuk kedaulatan pangan Nusantara. "Salam Eco Enzyme. Semoga bumi Nusantara semakin subur dan hasil pertaniannya semakin melimpah," pungkas Siti Fatimah.