Siswa dan Santri Pondok Di Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto Diduga Keracunan MBG

 

Siswa dan Santri Pondok Di Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto Diduga Keracunan MBG | Foto Nuri

 

Mojokerto New Jurnalis.com.Siswa dan Santri  Ponpes An Nur yang diduga keracunan MBG sekitar 150 siswa dan Santri dan sampai di hari ini melonjak sampai 261 anak siswa,Satuan  Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 dihentikan sementara. 

Keputusan ini awalnya 152 santri dan siswa,terhitung sekaran mencapai 261 siswa di Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG tersebut. 

Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo mengatakan, TNI/Polri, Pemkab Mojokerto serta Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengevaluasi dan investigasi untuk memastikan penyebab keracunan.

“(SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03) kita setop, kita evaluasi dan diadakan investigasi,” katanya kepada wartawan di Ponpes An-Nur Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, Sabtu, 10 Januari 2025. 

Dandim menyebut, penghentian sementara dilakukan sembari menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium atas sampel makanan MBG yang diduga menyebabkan siswa dan santri mengalami sakit perut dan mual juga pusing pusing diduga karna keracunan.

Dalam hal ini  memang ada unsur kelalaian kita sesuaikan,Bila dari unsur pidana memang ada dan sangat jelas di pastikan  otomatis akan kita proses sesuai Undang undang yang berlaku saat ini .

Penyampaian data untuk sekarang sudah mencapai sekitar 261 siswa yang diduga mengalami keracunan. 

Makan bergizi gratis ( MBG) Dari total 261 orang yang terbagi di beberapa tempat Puskesmas dan rumah sakit Mojokerto Kepastiannya jumlah anak-anak yang kurban akan kami  dalami lagi. Agar bisa mendapatkan info lebih lanjut , Senin (12/1/2026). 

Dari ratusan siswa dan santri yang terdampak MBG berasal dari SMP/MTs dan SMA/MA  Pondok Pesantren Al Hidayah Desa Wododadi, Ponpes An-nur Desa Singowangi, dan SMPN 2 Kutorejo

Saat ini, mereka tengah dirawat intensif di beberapa Puskesmas dan Rumah sakit, seperti Puskemas Kutorejo,, Pacet, Bangsal, Gondang serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof dr Soekandar, Kecamatan Mojosari.

Kondisi demikian, akan tetap menunggu hasil kajian dari pihak Dinkes Kabupaten Mojokerto dan kepolisian. 

Karna  sampai saat ini kami  belum bisa untuk simpulkan.  penyajiannya (MBG) Sedangkan gejala muncul ada yang jumat sore juga ada yang Jum at  malam tetapi secara keseluruhan Sabtu 10/01/2026. Bisa seperti ini waktu itu mereka makan apa,” bebernya.