Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga Ketidur Mojokerto Gelar Wayang Kulit "Semar Bangun Kayangan"


Warga Dusun Ketidur  Hadirkan Wayang Kulit Untuk Mengelar Acara Ruwah Dusun | Foto M.Nuri


MOJOKERTO, New Jurnalis.com – Semangat nguri-uri budaya Nusantara terus terjaga di Kabupaten Mojokerto. Pada Minggu malam (14/02/2026), warga Dusun Ketidur, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, menggelar tradisi Ruwah Dusun dengan menghadirkan pagelaran wayang kulit sebagai acara puncak.

Acara yang dipusatkan di dusun setempat ini menghadirkan dalang ternama, Ki Didik Sasmito Aji, yang membawakan lakon filosofis "Semar Bangun Kayangan". Lakon ini dipilih sebagai simbol harapan warga untuk membangun tatanan hidup yang lebih baik, makmur, dan harmonis.

Sinergi Pemerintah Desa dan Masyarakat

Acara dibuka secara resmi tepat jam 20.00 WIB oleh Kepala Desa Pesanggrahan, Moh. Afif, S.SOS. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga adat istiadat di tengah arus modernisasi.

"Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan wujud syukur dan upaya kita bersama dalam melestarikan warisan leluhur agar tidak punah ditelan zaman," ujar Moh. Afif.

Turut memberikan sambutan dalam acara tersebut:

  • Kepala Dusun (Kadus) Ketidur
  • Modin Dusun Ketidur
  • Keamanan dan Antusiasme Warga

Guna memastikan acara berjalan khidmat dan tertib, personel keamanan dari Babinsa Koramil 0815/13 Kutorejo dan Bhabinkamtibmas Polsek Kutorejo turut hadir mengawal jalannya kegiatan hingga selesai.

Antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Sejak sore hari, masyarakat sudah memadati lokasi pertunjukan. Tidak hanya warga setempat, para perangkat desa pun nampak kompak mendukung suksesnya acara ini.

"Dengan adanya pagelaran wayang kulit ini, semua warga sangat gembira. Melihat antusiasme perangkat desa dan warga yang begitu besar, kami berharap kedepannya acara seperti ini bisa dilaksanakan lebih meriah lagi," ungkap Harianto, salah satu tokoh masyarakat setempat.