Ketua DPRD se-Indonesia Ikuti Retret Lemhannas di Akmil Magelang
Murung Raya, NewJurnalis.com – Sebanyak 479 Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti retret penguatan kapasitas yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia di Akademi Militer Magelang, Magelang pada 15–19 April 2026. Dari 557 undangan yang disebarkan, Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, S.E., S.H., M.H., turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan retret ini bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan sekaligus menyelaraskan peran legislatif daerah dalam mendukung program prioritas nasional, termasuk implementasi Asta Cita pemerintah. Selama lima hari pelaksanaan, peserta menerima berbagai materi dari narasumber Lemhannas RI yang mencakup penguatan nilai-nilai kebangsaan berdasarkan empat konsensus dasar, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Selain itu, para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai sejarah perjuangan bangsa, perkembangan geopolitik global dan nasional, konsep ketahanan nasional, serta penguatan kepemimpinan di tingkat nasional.
Menurut Rumiadi, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan kebangsaan sekaligus mempererat koordinasi antar pimpinan DPRD dari berbagai daerah.
“Kegiatan ini memberikan ruang yang sangat berharga untuk memperkuat perspektif kebangsaan, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta menciptakan sinergi yang lebih erat antara DPRD dan pemerintah daerah dalam menghadapi dinamika pembangunan,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Ia menambahkan bahwa peran DPRD tidak hanya berkaitan dengan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, tetapi juga sebagai penghubung antara kebijakan nasional dan kebutuhan masyarakat di daerah.
“Kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebijakan nasional dapat diimplementasikan secara selaras di daerah tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat lokal,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Dengan pemahaman yang lebih baik tentang ketahanan nasional dan kepemimpinan, kami optimistis dapat berkontribusi lebih optimal dalam pembangunan daerah dan nasional,” pungkasnya.
(Fahriadi)