PPLH Bali Gelar Eco Festival di Kuta Demi Masa Depan

PPLH Bali Gelar Eco Festival di Kuta Demi Masa Depan


BADUNG – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Hari Bumi, dan Hari Angkutan Nasional, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali menggelar edukasi lingkungan inovatif melalui Bali Sustainability Project III. Acara bertajuk “Dari Kuta untuk Bali” ini berlangsung meriah di Discovery Mall Kuta pada 24-26 April 2026.

Festival yang diinisiasi oleh Kawan Alam tersebut berhasil menarik perhatian lebih dari 2.000 pengunjung, mulai dari masyarakat lokal hingga wisatawan mancanegara. Kehadiran PPLH Bali dalam ajang ini bertujuan mendorong transformasi gaya hidup berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.

Edukasi Interaktif dan Permainan Lingkungan

Di area Sunset Gallery, PPLH Bali memamerkan berbagai program unggulan seperti:


Koordinator Kegiatan PPLH Bali, Sintya Cahyani, menjelaskan bahwa pendekatan interaktif menjadi kunci utama. "Kami mengajak pengunjung belajar melalui permainan lingkungan seperti teka-teki silang, ular tangga, dan spin wheel. Ini efektif mendorong perubahan perilaku dari hal sederhana," ungkapnya.

Talkshow "Kartini Bumi": Peran Perempuan dan Pendidikan Dini

Selain pameran, Direktur PPLH Bali, Catur Yuda Hariyani, hadir sebagai pembicara dalam talkshow bertema "Harmoni Perempuan, Energi Masa Depan, Awal Gerakan." Ia menyoroti perjalanan 28 tahun PPLH Bali dalam mengedukasi masyarakat sejak 1997.

Catur menekankan bahwa masalah sampah saat ini, termasuk overload di TPA Suwung, adalah konsekuensi dari sistem "kumpul-angkut-buang" yang sudah tidak relevan. Menurutnya, solusi jangka panjang berada pada pendidikan sejak dini.

"Pendidikan lingkungan sejak dini sangat penting. Interaksi langsung dengan alam memberikan pengalaman yang lebih membekas sepanjang hayat dibandingkan pembelajaran teoritis," tegas Catur Yuda Hariyani.

Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian alam Bali, selaras dengan semangat perjuangan Kartini dan pelestarian bumi.

Penulis: Fariduddin