Sinergi SAR dan BASARNAS dalam Deklarasi FKP3 Jatim 1
Pasuruan- Minggu 24 Mei 2026 deklarasi FKP3 Jawa Timur 1 dan FGD USAR digelar di Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) berlokasi di Dusun Betiting, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan Jawa Timur 1 resmi mendeklarasikan diri dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Sampoerna Entrepreneurship Training Center [SETC], Pasuruan untuk memperkuat sinergi potensi SAR.
Acara yang digelar pada Jumat hingga Minggu, 22–24 Mei 2026 ini juga dirangkai dengan Focus Group Discussion [FGD] bertema Urban Search and Rescue [USAR]. Kegiatan ini mempertemukan 315 potensi SAR dari Kota Surabaya, Mojokerto, Jombang, Gresik, Sidoarjo, dan Pasuruan. Hadir dalam forum tersebut perwakilan Basarnas Kantor SAR Surabaya, BPBD jawa timur, relawan, komunitas outdoor, NGO serta unsur perguruan tinggi.
Susanto Humanitarian Program Laznas LMI mengatakan selama 3 hari ini kami mendapatkan banyak ilmu di mulai dari Basic life support oleh SAR Sampoerna Rescue, Pengoperasian alut 4x4 wd dan perangkat recovery oleh Indonesia Offroad Federation Rescue, Manajemen Kebencanaan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur, SAR System oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, Manajemen operasi SAR oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, serta Pengenalan urban SAR oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya."
"LMI Rescue sering terlibat dalam OPSAR bersama BASARNAS dan acara deklarasi FKP3 Jawa Timur 1 menjadi tonggak penting dalam menyatukan arah gerak potensi SAR di wilayah jatim 1. “belajar dari Insiden Robohnya Bangunan Pondok Pesantren di Sidoarjo yang lalu, Hari ini kami tidak hanya berkumpul, tapi menyepakati satu komando koordinasi. Tujuannya jelas: respons cepat, tepat, dan terukur saat terjadi bencana,” katanya..
Rangkaian kegiatan deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama. Seluruh potensi SAR sepakat memperkuat mekanisme komunikasi, standarisasi pelatihan, serta sistem berbagi sumber daya saat operasi gabungan. Memasuki hari kedua dan ketiga, forum dilanjutkan dengan FGD USAR.
Wahyu Tri Agung P., S.Sos. Kepala Seksi Sumber Daya BASARNAS menjelaskan "FGD Potensi SAR adalah forum diskusi terarah Tujuannya adalah memperkuat koordinasi, menyamakan pola pikir, dan meningkatkan sinergi antara pemerintah dan relawan dalam operasi pencarian serta pertolongan (SAR)."
"Konsolidasi SDM dan Aset, Mengumpulkan data dan mengevaluasi kesiapan sumber daya manusia (relawan), peralatan, serta sarana prasarana yang dimiliki berbagai instansi. Peningkatan Kapasitas Merancang program pelatihan lanjutan, seperti water rescue atau vertical rescue bagi komunitas relawan yang menjadi garda terdepan di daerah." tambahnya.
Diskusi menyoroti tantangan operasi penyelamatan di kawasan perkotaan, mulai dari keruntuhan bangunan, evakuasi di jalur padat, hingga keterbatasan peralatan teknis. Para peserta memetakan kebutuhan pelatihan lanjutan, skema sertifikasi, dan standard operating procedure yang seragam. Deklarasi ini diharapkan menjadi model penguatan forum koordinasi potensi SAR di wilayah Bakorwil lainnya di Jawa Timur. pungkasnya".
