Lestarikan Budaya Majapahit, Dusun Kedung Wulan Gelar Wayang Kulit Lakon ‘Parikesit Jumeneng Ratu



MOJOKERTO – Semangat pelestarian budaya peninggalan leluhur terus berkobar di bumi Majapahit. Malam ini, Sabtu (31/1/2026), Dusun Kedung Wulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto menggelar tradisi tahunan "Ruwah Dusun" dengan menghadirkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Acara yang dipusatkan di Lokasi Petilasan Siti Inggil ini akan menampilkan dalang ternama, Ki Dalang Roman Widodo. Pagelaran ini diprediksi akan menyedot perhatian warga lokal maupun wisatawan pecinta budaya yang sedang berada di kawasan sejarah Trowulan.

Lakon Parikesit Jumeneng Ratu: Simbol Kepemimpinan Baru 

Dalam pagelaran kali ini, lakon yang dibawakan adalah "Parikesit Jumeneng Ratu". 

Lakon ini mengisahkan tentang penobatan Parikesit sebagai raja setelah perang besar Bharatayuddha, yang melambangkan harapan akan kemakmuran, keadilan, dan awal dari era yang baru bagi masyarakat.

Pemilihan lokasi di Petilasan Siti Inggil menambah kekhidmatan acara, mengingat tempat tersebut merupakan salah satu situs sejarah penting di Mojokerto yang diyakini memiliki kaitan erat dengan masa kejayaan Kerajaan Majapahit.



Pesta Rakyat: Gratis Makan untuk Pengunjung

Yang menarik, panitia penyelenggara tidak hanya menyuguhkan tontonan seni, tetapi juga memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat. Tersedia makan gratis bagi para penonton yang hadir menikmati pagelaran wayang kulit tersebut.
"Kegiatan ini merupakan bentuk syukur kami (warga Dusun Kedung Wulan) sekaligus upaya menjaga kerukunan antarwarga," tulis keterangan resmi pada pengumuman acara.

Acara dijadwalkan dimulai pada jam 19.00 WIB hingga selesai. Pihak penyelenggara yang didukung oleh RT/RW setempat, Takmir, dan Musholla Kedung Wulan mengajak seluruh masyarakat untuk hadir memeriahkan acara ini dengan tetap tertib.