Pemerintah Kabupaten Banjar Bahas Penanganan Bencana
BANJAR, NewJurnalis.com – Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Siaga Bencana dan Penanganan Banjir, Selasa (6/1/2026), di Aula Barakat Lantai II Kantor Bupati Banjar, Martapura. Rakor ini difokuskan pada evaluasi penanganan banjir yang telah memasuki pekan ketiga sekaligus perbaikan sistem pendataan dan distribusi bantuan.
Rapat dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H. Yudi Andrea, didampingi jajaran terkait, serta dihadiri para camat wilayah terdampak banjir.
Dalam rapat tersebut, sejumlah camat menyampaikan kondisi lapangan. Camat Martapura Fahrian Rahman menekankan pentingnya bantuan yang benar-benar sesuai kebutuhan warga, terutama bagi masyarakat yang tidak dapat memasak akibat rumah terendam banjir.
Sementara itu, Camat Martapura Barat yang diwakili Imam menyoroti kebutuhan air bersih dan pemeriksaan kesehatan rutin, mengingat banjir berkepanjangan berpotensi memicu berbagai penyakit.
Camat Simpang Empat Jurji Zaidan mengusulkan agar penyaluran bantuan dipusatkan di tingkat kecamatan guna mempermudah pendataan dan mencegah ketimpangan distribusi.
Adapun Plt Camat Cintapuri Darussalam Yuana Karta Abidin melaporkan wilayahnya terdampak cukup parah. Sebanyak 9 desa terendam, dengan 1.680 kepala keluarga atau sekitar 5.068 jiwa terdampak banjir.
Menanggapi laporan tersebut, Sekda H. Yudi Andrea menegaskan bahwa penanganan banjir harus berbasis satu data yang valid dan akurat. Ia meminta seluruh camat memastikan pendataan dilakukan secara cermat dan faktual.
“Kita masih menemukan masyarakat terdampak yang belum mendapatkan bantuan. Ini tidak boleh terulang. Data lapangan harus benar-benar real karena menjadi dasar kebijakan dan distribusi logistik,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan meningkatnya risiko kesehatan masyarakat memasuki minggu ketiga hingga keempat banjir, seperti penyakit kulit dan gangguan pencernaan. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan diminta meningkatkan layanan kesehatan di wilayah terdampak.
Selain itu, Sekda menegaskan kebijakan distribusi logistik satu pintu melalui kecamatan agar bantuan lebih terkontrol dan tidak tumpang tindih.
“Ke depan, pendataan, pengusulan, hingga distribusi logistik dilakukan melalui camat. Satu pintu, supaya terarah dan tepat sasaran,” ujarnya.
Terkait data terbaru, Sekda menyebut jumlah warga terdampak mengalami penurunan dari sekitar 4 ribu jiwa menjadi 3 ribu jiwa, meski angka tersebut masih akan diverifikasi kembali sesuai dinamika lapangan.
Rakor ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor serta memastikan penanganan banjir dan distribusi bantuan di Kabupaten Banjar berjalan lebih efektif.
(Fahriadi)