Sakral! Metri Hyang Bagawanta Bhari 2026 Digelar di Tepi Kali Serinjing Kediri


Kediri, 27 Maret 2026. Newjurnalis.com. Air adalah sumber dan nadi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Penyelarasan alam melalui pembersihan dan penyucian air adalah cara manusia menghargai dan menghormati semesta. Bukan hanya manusia yang sangat membutuhkan keberadaan air tetapi tumbuhan dan hewan pun tak lepas kehidupan nya dengan air.

Salah satu cara manusia abad ini yang masih menjaga adat dan tradisi yang sudah turun temurun adalah mengadakan upacara atau ritual sakral yang disebut Metri. Pada hari Selasa Kliwon (24/3/2026) bertempat di tepi Kali Serinjing Dusun Kedungcangkring Desa Jambu Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, dimulai jam 22.00 wib sampai selesai telah berlangsung sebuah acara bertema Metri Hyang Bagawanta Bhari 2026.

Acara yang dipandu moderator handal Mbah Hakim ini, menggelar urutan acara sebagai berikut: Pasujudan dipimpin Ki Budi Sejati , Paparan tentang Mendorong Pegiat Budaya Terus Gotong Royong Melestarikan Ajaran Leluhur oleh Ki Sutanto dari MLKI Kota Kediri, paparan kedua oleh Ki Maryani Blitar bertema Pentingnya Bali Ngejawa Merawat Ajaran Leluhur Melestarikan Kali Serinjing dan Alam Raya.

Sebelum acara Porak Tumpeng, terlebih dahulu diadakan Umbul Donga oleh Mbah Narto, doa lintas Agama didahului doa Hindu oleh Bopo Sarkum, Bopo Puguh Winarto doa Kristen Bunda Wiwin dari Katolik, doa Budha oleh Mas Jeje dan doa Penghayat oleh Ki Budi Sejati.

Setelah acara sakral Larung Sesaji ke Kali Serinjing dilaksanakan oleh para sesrpuh yang hadir, kemudian acara ditutup dengan penanaman pohon Pule dan pohon Pancasila, sebagai simbol Pulihnya Ajaran Nusantara dengan semangat dalam bingkai Kebhinekaan.

Endah Koeswantoro.