Proyek Strategis Nasional: Lima Desa Mojokerto Siapkan Agrowisata Pertanian Terpadu


MOJOKERTO – BUMDes Mampang Kepodang semakin memantapkan langkahnya sebagai salah satu pilot project Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Pembangunan Kawasan Pedesaan (PKP). Bertempat di Desa Wisata Lembah Mencirang, dilaksanakan rapat koordinasi untuk mematangkan rencana kegiatan tahun 2026 yang berfokus pada pembangunan Agrowisata Pertanian Terpadu.

Program ini tidak hanya melibatkan satu desa, melainkan mengintegrasikan lima desa pendukung (hinterland) sebagai pilar ketahanan pangan, yakni Desa Kebontunggul, Desa Pocejer, Desa Gondang, Desa Kemasan Tani, dan Desa Padi. Kawasan ini berhasil masuk dalam sepuluh besar tingkat nasional untuk kategori pembangunan pedesaan. Rabu, 1 April 2026 (berdasarkan waktu rapat/pelaporan).

"Hari ini kami menindaklanjuti hasil rapat laporan pertanggungjawaban untuk merencanakan empat kegiatan utama di tahun 2026. Ini adalah upaya kita membangun lumbung pangan sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Mojokerto di tingkat nasional," ujar Kepala Desa selaku Koordinator Penasehat BUMDes Mampang Kepodang.

Dalam pertemuan tersebut, ditekankan pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan unit usaha di masing-masing desa sebelum anggaran diturunkan. Monitoring kunjungan lapangan dijadwalkan akan mulai dilaksanakan minggu depan sebagai tahap awal evaluasi.

Meski jadwal peluncuran (launching) resmi masih bersifat fleksibel pada tahun ini, persiapan matang terus dilakukan dengan melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto serta unsur Forkopimcam. Rencananya, peresmian kawasan agrowisata ini akan mengundang perwakilan dari Kementerian Desa, Gubernur Jawa Timur, hingga Bupati Mojokerto.

"Yang terpenting tahun ini kita kuatkan dulu persiapannya di lapangan. Jika semua sudah ready, baru kita lakukan launching," pungkasnya.