Kesakralan Wayang Golek Babat Tanah Jawa Koleksi Museum Gubug Wayang Mojokerto.
![]() |
Kesakralan Wayang Golek Babat Tanah Jawa Koleksi Museum Gubug Wayang Mojokerto. | Foto: Cak Budi Gubuk Wayang |
Mojokerto, 1 Mei 2026. Newjurnalis.com. Setiap karya seni merupakan suatu karya yang terukir dari imajinasi tangan terampil yang merupakan talent khusus pada bidangnya. Hubungan antara daya cipta yang muncul menjadi wujud nyata dari gambaran yang menciptakan.
Apalagi karya cipta tersebut berkaitan dengan kisah sejarah nyata, mitos maupun legenda kearifan lokal yang sangat dipercayai masyarakat dalam hal ini khususnya Wayang Golek Babat Tanah Jawa.
Wayang Golek Babat Tanah Jawa koleksi dari Musrum Gubug Wayang yang berada di Jalan Kartini nomor 23 Mergelo Kauman Kota Mojokerto ini karya dari Tisar Purbaya pada tahun 1980. Merupakan gambaran nyata dari sosok yang pernah hidup pada jamannya berdasarkan sejarah dari Nabi Adam sampai jaman Kerajaan masa lalu yang pernah ada di Pulau Jawa.
Seperti kisah Raja Raja dan Ratu dan silsilahnya, yang pernah duduk di singgasana Kerajaan besar Majapahit yang merupakan Kerajaan imperium dunia pada eranya, syiar para Wali, Keraton Demak sampai Kerajaan Mataram Islam.
Contoh gambaran sosok Ratu Kecono Ungu dengan Damarwulan, Ratu Tribhuwana Tunggadewi, Gayatri, Raja Dyah Wijaya, para punokawan beserta para embannya. Bahkan sosok legendaris Kanjeng Ratu Kidul yang tidak lepas pengaruhnya pada hampir semua Raja dan Ratu yang pernah memimpin Kerajaan di Tanah Jawa ini.
Atau gambaran sosok Dewa Dewi, denawa dan para siluman yang diyakini masyarakat Jawa bahwa itu nyata.
Menurut salah satu staf Museum Gubug Wayang Mojokerto Ki Budi, menuturkan terlepas percaya atau tidak keberadaan koleksi Wayang Golek Babad Tanah Jawa memiliki aura tersendiri pada setiap sosoknya, namun semua itu hanya bisa dirasakan kesakralanannya bagi orang yang paham saja, maksudnya bukan sekedar benda padat berbentuk Wayang.
