Pesona Pusaka Nusantara di Trowulan Resmi ditutup, Golok Road to UNESCO Kian Bergema

Para peserta, pelestari Tosan Aji dari sembilan provinsi, tokoh budaya, dan pakar golok berfoto bersama usai penutupan kegiatan Pesona Pusaka Nusantara bertema Golok Road to UNESCO di Pendopo Agung Trowulan, Kabupaten Mojokerto. | Foto: Panitia  


MOJOKERTO, – Kegiatan Pesona Pusaka Nusantara yang mengusung tema besar “Golok Road to UNESCO” resmi ditutup di Pendopo Agung Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian edukasi dan sosialisasi pelestarian golok tersebut ditutup oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I), Tatang Marhaendrata, S.H., M.H.

Acara ini diikuti para peserta dan pelestari Tosan Aji dari sembilan provinsi di Indonesia. Kehadiran para pegiat pusaka tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian warisan budaya Nusantara, khususnya golok sebagai salah satu kekayaan tradisi bangsa.

Dalam kesempatan penutupan, Gatut Susanta menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Secara khusus, ia mengapresiasi Komandan Korem Mojokerto yang telah membantu dan memfasilitasi penggunaan Pendopo Agung Trowulan sebagai lokasi penyelenggaraan acara.

Gatut Susanta juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pelestari pusaka dari berbagai daerah yang telah hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan hingga acara penutupan.

Menurutnya, dukungan luas dari berbagai kalangan, khususnya komunitas pelestari Tosan Aji, menjadi modal penting dalam memperjuangkan golok agar semakin dikenal di tingkat internasional.

Dengan dukungan tersebut, Gatut Susanta optimistis upaya untuk mendaftarkan golok ke kancah dunia melalui UNESCO dapat terealisasi.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh dan pakar golok dari berbagai daerah, di antaranya Abah Muhali dari Kasepuhan Ciamis, Jawa Barat; Syaiful Alam dari Tangerang, Banten; serta M. Rizal Arubusman dan Romo Doni dari Jakarta.

Penutupan Pesona Pusaka Nusantara ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarpelestari pusaka, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga, merawat, dan memperkenalkan warisan budaya Nusantara kepada generasi mendatang.

Melalui gerakan Golok Road to UNESCO, para pelestari berharap golok tidak hanya dipandang sebagai benda pusaka, tetapi juga sebagai identitas budaya dan warisan sejarah bangsa yang patut mendapat pengakuan dunia.