Saresehan Golok di Pesona Pusaka Nusantara Hadirkan Tiga Pakar Lintas Profesi
![]() |
Saresehan Golok, Pesona Pusaka Nusantara, Golok Road to UNESCO, Pendopo Agung Trowulan, Sejarah Golok, Budaya Nusantara, Pusaka Nusantara. |
MOJOKERTO – Rangkaian kegiatan Pesona Pusaka Nusantara yang mengusung tema besar Golok Road to UNESCO tidak hanya menghadirkan pameran dan edukasi pusaka, tetapi juga saresehan yang membahas golok dari berbagai perspektif keilmuan, sejarah, dan kebudayaan Nusantara.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Agung Trowulan, Kabupaten Mojokerto, tersebut menghadirkan tiga pemateri dari latar belakang profesi berbeda. Saresehan ini menjadi ruang diskusi untuk memperluas wawasan sekaligus menggali nilai sejarah dan budaya golok sebagai salah satu warisan pusaka Nusantara.
Menurut Gatut Susanta, panitia menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi dan sudut pandang berbeda dalam mengulas keberadaan golok.
Pemateri pertama, Rommo Dony dari Universitas Indonesia (UI), menyampaikan pandangan mengenai pusaka golok dari perspektif akademis. Pembahasan tersebut memberikan pemahaman tentang golok melalui pendekatan keilmuan dan kajian akademik.
Selanjutnya, Abah Muhali, seorang budayawan dari Kasepuhan Galuh Ciamis, menyampaikan materi mengenai posisi golok dalam perjalanan sejarah peradaban serta perkembangan kebudayaan manusia di Nusantara. Dalam perspektif budaya, golok tidak hanya dipandang sebagai benda pusaka, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kehidupan sosial dan tradisi masyarakat.
Sementara itu, pemateri ketiga, M. Rizal Arubusman, pakar golok dari Jakarta, mengupas secara menyeluruh berbagai aspek tentang golok. Mulai dari sejarah, jenis material, bentuk, ragam nama, hingga fungsi golok dalam kehidupan masyarakat.
Diskusi semakin menarik dengan dipandu Dodi Bimo, seorang dosen dari Yogyakarta. Suasana saresehan berlangsung dinamis berkat partisipasi peserta yang kritis dan antusias. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia dan daerah sehingga menghadirkan beragam pandangan serta pengalaman.
Gatut Susanta menuturkan bahwa saresehan yang melibatkan berbagai sumber pengetahuan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkaya referensi dan kajian mengenai golok.
Menurutnya, hasil diskusi lintas disiplin ini diharapkan dapat menjadi bahan pengembangan lebih lanjut bagi gerakan Golok Road to UNESCO.
Melalui kegiatan tersebut, Pesona Pusaka Nusantara tidak hanya menjadi ajang mengenalkan pusaka kepada masyarakat, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan untuk memperkuat pemahaman terhadap nilai sejarah, budaya, dan identitas golok sebagai bagian dari warisan peradaban Nusantara.
Tags:
DUTA BUDAYA
