Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Sosok KI AGENG PURBODININGRAD ( Pembina Budaya ) Menjelaskan Kenapa Orang Jawa Harus Ruwatan? dan Harus Tumpengan? Begini Penjelasnya

| Editor: Margo Utomo | 06 June 2024 | Last Updated 2024-03-23T12:21:21Z



NEW JURNALIS - Mojokerto Selasa, 6 Jun 2023, Agenda di rumah Matra Masyarakat Adat Nusantara di Pimpim Ki Ageng Hadiringrad, Lebih dari 50 Personil dari berbagai Paguyuban berbondong - bondong mendatangi undangan dari Matra Masyarakat Adat, kostum dengan adat jawa yang rapi , khas Majapahit dan menggunakan berbagai bentuk blangkon. Kumpulan Budaya Majapahit hindangan khas makanan tempo Majapahit hingga sekarang tetep lestari, tidak bisa lepas dari adat Khas Majapahit karena adanya perjuangan para leluhur Majapahit terus menerus hingga sekarang, 


Budaya Majapahit khususnya di Trowulan, Mojokerto sangat bangga.Kenapa orang jawa jika ruwatan  harus ada makanan ada dupa? Mbah Purbodiningrad menjelaskan “indentik makanan adat orang jawa di saat acara ruwatan di sajikan makan yang lengkap, salah satu nasi kuning, pisang, buah - buhan, ayam bakar, yang di sediakan merupakah untuk “sodhakoh” ( Imbal balik)  jadi kita bisa hidup untuk makan, apa yang kita makan, keseharian kita harus bisa sodakhoh untuk orang lain dan makluk orang lain”.



Sesajen dan tumpeng ada filosofinya “ Tumpeng” itu wes ketemu peng - pengane. Artinya: Jika di acara ruwat yang ketemu  di depan kita ya makan, jadi bila ingin sesatu mendapatkan sesuatu yang di cari sudah ketemu di depan kita. Jika ia mendangi di tempat ruwat, dan terwujud.


“Kalau sudah terwujud, donya terkabul itu di adakan tumpengan, ( Bacaan ) Konon orang jawa, dan tumpeng tersebut mempunya kekuatan spirutual, yang di bawah tumpengan sebagai landasan, Dasar atau keinginan kita segi apapun, Lalu di kumpulkan jadi satu ( Nasi kuning di bungkus daun pisang ), untuk menuju keinginan yang kita nginkan sampek puncak, agar bisa kokoh, harus ada lisnya ( Matras dari daun pisang ) Jadi kokohnya filosofi tumpengan itu “jejek karep”, keinginginan yang kuat, kokohnya nafsu, hawa, kemauan apa saja harus ada garis tengahnya Artinya lebih asor “ Ujar Ki Agung Purbodiningrad

Dalam rangka ruwatan ini mbah Purbodiningrad mengatakan “sebab sumber kehidupan pertama kali itu Air, jika ada kegiatan ruatan yang di utamakan Air,itu sumber kehidupan. Sari - sarinya kembang mengapa harus ada bunga? Bunga itu untuk penetral, menetral hawa, dan menetral 4 unsur, di tabah untuk penguat aroma terapi, dan siapa punya keluhan sakit gigi bisa untuk membantu untuk terapi, ( Pengobatan ).

Pada dasarnya ruwatan adat khas jawa majapahit memang indentik ruwatan ada air kembang. Dan air untuk ruwatan di ambil air yang murni ( belum di sentuh secara alam ) di ambil sumber aslinya dari tanah, dan tidak ada pemanasan dari sinar matahari,tidak boleh kena sinar matahari dan tidak boleh di rebus memang dari leluhur majapahit.


Untuk kesimpulan acara tadi dari awal sampai akhir ini kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan mensyukuri nikmat Tuhan atas segala yang diberikan kepada kita. Kita bisa belajar pangeelmon bisa belajar pengetahuan dan bisa merasakan daya pengetahuan itu. Kita Syukuri ini banyak yang jarang diketahui oleh orang-orang Awam yang berkembang di zaman sekarang ajaran Jowo.


Jurnalis: Cak Lubis Official




No comments:

×
KIRIM TULISAN? Disini